Laporan
Koperasi Karyawan Pada PT Lucky Abadi Textile Factory
Jalan Tugu Raya Cimanggis Depok ,
Jawa Barat
Kelompok 7
Aditria Utami (10214248)
Artatinova (11214687)
Bella Oktavianes Ruslia (12214114)
Nadya Arbella (17214753)
Sarah Mutiara Dewi (1A214034)
Kelas : 3EA18
1 . Sejarah berdirinya Koperasi
PT Lucky Abadi
Textile Factory didirikan pada tahun 1972. Pada saat itu, PT Lucky Abadi
Textile Factory masih sebuah pabrik yang tidak memiliki sebuah koperasi. Namun,
seiring berjalannya waktu PT Lucky Abadi Textile Factory ini membuka sebuah
koperasi yang didirikan bagi para karyawan yang bekerja di pabriknya. Koperasi
ini berdiri setelah enam tahun PT Lucky Abadi Textile Factory ini berdiri,
yaitu pada tanggal 21 Juni 1976. Dengan adanya koperasi ini, diharapkan dapat
membantu perekonomian karyawan-karyawannya.
Unit yang
tersedia di koperasi ini adalah Unit Simpan Pinjam dan unit Konsumsi. Pada mulanya, unit yang tersedia pada koperasi ini adalah Unit
Simpan Pinjam. Namun semakin lama, kebutuhan-kebutuhan anggota semakin
bertambah dan untuk mengatasi dan memenuhi kebutuhan anggota yang semakin
bertambah tersebut, maka PT Lucky Abadi Textile Factory memutuskan untuk
membuat satu lagi Unit selain Unit Simpan Pinjam, yaitu Unit Konsumsi.
2. Visi dan Misi Koperasi PT Lucky Abadi.
1. Visi
Menjadi
koperasi yang bermanfaat dan dapat mendukung kesehjateraan karyawan/karyawati
PT Lucky Abadi
2. Misi
Menyelenggarakan
pendidikan hidup koperasi untuk menanamkan sikap hidup yang ekonomis agar
anggota mampu mengelola keuangannya dengan baik
3 . Struktur Organisasi Koperasi
Koperasi
ini mempunyai struktur organisasi 1 periode yaitu 5 tahun sekali.
Ketua
Umum :
Zainal Arifin
Ketua Unit Simpan Pinjam : Supono
Ketua Unit
Konsumsi : Imam
Mutaqqin
Sekertaris :
Dwi Kurnia
Bendahara :
Widianto
4. Aktivitas dikoperasi
Aktivitas
di koperasi ini mempunyai 2 unit, yaitu:
1. Unit Simpan Pinjam:
Unit ini mengurusi
tentang simpan dan pinjam uang. Jenis pinjaman yang ada di koperasi ini antara
lain:
a. Pinjaman Jangka Pendek:
Pinjaman
ini mempunyai batas waktu pinjaman hanya 12 bulan. Pinjaman jenis ini banyak
digunakan anggota untuk memenuhi keperluan yang relatif kecil yaitu seperti
untuk biaya pulang kampung (kebanyakan karyawan PT. Lucky Abadi Textile Factory
ini berasal dari luar depok) atau biaya untuk anak-anaknya masuk sekolah. Pada
pinjaman jangka pendek ini dikenakan bunga sebesar 12%.
b. Pinjaman Jangka Panjang:
Pinjaman
ini mempunyai batas waktu pinjaman selama 40 bulan. Banyak anggota koperasi
yang biasanya meminjam jenis pinjaman ini untuk hal yang konteksnya relatif
besar yaitu untuk membayar secara tunai maupun kredit dari cicilan rumah atau
kendaraan. Bunga yang dikenakan pada pinjaman ini adalah 12%.
c. Pinjaman Usaha:
Pinjaman
jenis ini batas waktu pembayarannya dan besarnya nominalnya tergantung dari
hasil negosiasi antara pihak koperasi dengan pihak anggota yang bersangkutan
(meminjam). Tetapi sebelum meminjam, haruslah dijelaskan terlebih dahulu usaha
apa yang akan di rintis atau di dirikan sehingga ingin meminjam jenis pinjaman
ini.
Adapun cara peminjamannya adalah dengan cara melihat dari
simpanan anggota itu sendiri dan dari jaminan apa yang akan di berikan oleh
anggota yang bersangkutan (anggunan).
2. Unit Konsumsi:
Unit
konsumsi ini biasa di sebut sebagai unit toserba (toko serba guna). Didalam
unit ini menangani berbagai macam kebutuhan pokok atau sembako. Para anggotanya
dapat membeli keperluan sehari-harinya di unit konsumsi ini dengan 2 cara yaitu
bisa bayar tunai, maupun kredit atau menghutang. Jika ada anggota yang kredit
di unit konsumsi ini, tentunya ada catatan tersendiri yang dipegang oleh
koperasi untuk mendatanya.
5. Perhitungan Iuran Bulanan
Iuran
bulanan di PT Lucky Abadi:
a. Simpanan Wajib sebesar Rp 100.000 perbulan
b. Simpanan Pokok sebesar Rp.10.000 perbulan
6. Kesimpulan
Kesimpulan
yang bisa kita sampaikan adalah keutungan dari koperasi yang merupakan bagian
dari perusahaan swasta adalah meminimalkan kemungkinan penyelewangan dana
,manjemen yang bagus dalam mengatur kegiatan simpan pinjam .serta memudahkan
anggota dalam belanja kebutuhan poko karena bisa secra kredit. Untuk masalah
eksternal yang di hadapi seperti pajak dan susahnya mencari barang konsumsi
yang murah,menurut saya solusi untuk masalah pajak adalah tetap mematuhi
peraturan pajak tersebut karena itu telah menjadi peraturan negara,untuk
meminimalkan pengeluaran karna sudah ada pengeluaran pajak yaitu dengan
memanajemen keuangan dengan tepat guna memaksimalkan keuntungan dan
meminimalkan kerugian.Untuk masalah barang konsumsi menurut saya adalah dengan
mencari informasi dari pihak lain dimana tempat yang murah untuk membeli barang
konsumsi tidak perlu mengharapkan janji pemerintah yang kemungkinan terwujudnya
kecil.dan Koperasi karyawan PT.Lucky Abadi Textile factory ini memiliki
manajemen yang bagus sehingga koperasi ini selalu mendapatkan laba setiap
tahunnya dan tidak memiliki masalah Internal . Demikian yang bisa saya
sampaikan dari hasil wawancara saya dari Koperasi Karyawan PT.Lucky Abadi
Textile Factory.
